Sabtu, 19 Maret 2011

Gempa JEPANG Pukul Industri Mobil di Seluruh Dunia


Headline
IST
Oleh: Charles MS
Ekonomi - Sabtu, 19 Maret 2011 | 11:44 WIB
INILASH.COM, Jakarta - Seminggu setelah bencana di Jepang meletus, dampaknya pada mobil di seluruh dunia memburuk.

AP melaporkan sebagian besar industri otomotif Jepang ditutup. Pasokan suku cadang Louisiana ke Thailand dari Jepang juga turun drastis. Kerugian pabrik diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Dealer mobil AS mungkin tidak mendapatkan mobil sepanjang musim semi ini. Jika pabrik-pabrik di Jepang tetap ditutup selama beberapa minggu, dealer dan produsen akan merasakan dampak yang sangat mendalam. Mobil lebih sedikit, pendapatan kurang dan para pelanggan frsutasi.

Para analis mengatakan terlalu dini untuk menghitung biaya untuk industri secara keseluruhan. Tapi Goldman Sachs memperkirakan biaya penutupan pabrik mobil Jepang lebih dari $ 150 juta per hari.

Bahkan jika produsen mobil Jepang berhasil merestart dalam beberapa minggu ke depan dan membuat produksi yang sempat terbengkalai, ancaman akan tetap terjadi. Ratusan pemasok suku cadang mobil berada di dekat pusat gempa bumi dan tsunami di Jepang timur laut. Seberapa cepat mereka bisa mencukupi kebutuhan produsen mobil tidak jelas. Bahkan setelah pabrik mulai beroperasi, ancaman pemadaman bergulir juga menjadi ancaman lain akibat lumpuhnya reaktor nuklir Jepang. Ini dapat menghambat produksi pada bulan-bulan mendatang.

Potensi kerusakan bisa merubah seluruh industri. Pesaingnya seperti Hyundai Motor Co Korean bisa mengambilalih pelanggan baru jika perusahaan Jepang tidak dapat melayani mereka. Perusahaan-perusahaan AS hampir tidak imun terhadap ancaman tersebut. General Motors Co akan menghentikan produksinya di pabrik truk di Shreveport, La, minggu depan. Ini adalah pertama kalinya mobil yang berbasis di AS akan menghentikan produksi di Amerika Utara lebih dari karena kekurangan suku cadang yang disebabkan krisis Jepang.

Pabrik Shreveport mengandalkan transmisi yang dibuat di Jepang. Jadi kurangnya suku cadang dari Jepang, memaksa perusahaan untuk menghentikan kegiatan. GM tidak mengatakan kapan produksi perusahaan yang mempekerjakan 900 pekerja ini akan dibuka kembali. "Mereka tidak memberi kami petunjuk," kata Doug Ebey, ketua Serikat Pekerja Otomotif di Shreveport. GM akan tetap membayar para pekerjanya sebesar take-home pay meskipun pabrik tidak beroperasi.

"Sementara pabrik global umumnya hanya memiliki persediaan dua sampai enam minggu, sehingga bisa menyebabkan pabriknya jatuh lebih jauh," kata Michael Robinet, Direktur IHS Otomotif dalam perkiraannya.

Sebelum gempa, Jepang sedang membuat 37.000 mobil dan truk setiap hari dan lebih dari setengahnya untuk kebutuhan ekspor. Sebanyak 14% dar 72 juta kendaraan yang diproduksi tahun lalu di seluruh dunia dibuat di Jepang.

Namun Toyota Motor Corp, Honda Motor Co, Nissan Motor Co dan lainnya telah menutup sebagian fasilitas mereka di Jepang hingga setidaknya pertengahan pekan depan. Dan mereka telah memperingatkan bahwa penghentian operasi bisa diperpanjang. Goldman Sachs memperkirakan kerugian penutupan Toyota lebih dari $ 73.000.000 per hari. Sementara kerugian mencapai sekitar $ 25 juta per hari masing-masing untuk Honda, Nissan dan Suzuki Motor Corp. Itu berarti untuk penutupan 30 hari akan menelan kerugian sebesar US$2 miliar dolar untuk Toyota.

Industri otomotif ini bisa menyerap kerugian tersebut tanpa berdampak besar pada pendapatan. Ingat, recall terhadap beberapa jenis mobil yang dilakukan tahun lalu menelan kerugian Toyota sebesar $ 2 miliar, tapi Perusahaan masih mencatatkan keuntungan sebesar US$2,3 miliar. Tapi ini krisis terbaru yang hadir akibat penguatan yen yang membuat naiknya kerugian mobil Jepang.

Jepang adalah rumah bagi ratusan pemasok suku cadang mobil, dari perusahaan multinasional besar seperti Denso Corp, yang menjual suku cadang untuk setiap produsen mobil utama dan meraup $ 32 miliar pada penjualan tahun lalu ke toko-toko mesin yang kecil di Jepang timur laut yang membuat suku cadang untuk disuplai.

Analis memperkirakan harga mobil Jepang akan naik tajam. beberapa pabrik Nissan dan Toyota telah dibuka kembali di Jepang, namun produksinya terbatas. Tetapi sebagian besar dijadwalkan untuk buka kembali minggu depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang Di Blog Saya dan Semoga Isi dan Informasi - Informasi Yang Terdapat di Blog Saya Bermanfaat Bagi Anda Para Pengunjung