
Tugu Monas. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Serangan ulat bulu yang menyerang, Tanjung Duren, Jakarta Barat, sebelumnya sudah meluas hingga di Rawabadak, Jakarta Utara.
Brigadi Proteksi Tanaman Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI Jakarta melancarkan penyemprotan untuk membasmi ribuan ulat bulu di sejumlah wilayah DKI Jakarta termasuk di sejumlah Taman yaitu Taman Kota Srengseng, Taman Monas, Taman Ayodya, dan lain-lainnya.
Sementara itu pantauan okezone di Taman Monas, serangan ulat bulu belum terlalu membahayakan. Ulat bulu di Monas dapat ditemukan di sejumlah pohon beringin di sana. Namun predator ulat bulu banyak ditemui di Monas berupa burung merpati.
"Kalau ulat bulu di sini banyak terdapat di pohon beringin, apalagi jika musim panas ulat bulu memakan daun-daun pohon beringin di sini," ujar seorang petugas pertamanan Monas yang enggan disebutkan namanya kepada okezone, Jumat (15/4/2011).
Menurutnya, siklus ulat bulu di Monas tergantung cuaca, jika musim panas maka pohon-pohon beringin disini akan diserang oleh ulat bulu. Dia membantah jika saat ini di Monas sudah dilakukan penyemprotan untuk memusnahkan ulat bulu.
"Di Monas seperti taman lainnya, pasti ada ulat bulu, namun enggak terlalu parah kayak di tempat lain," tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati mengatakan, penyebaran ulat bulu di Jakarta baru ditemukan di Tanjung Duren dan Rawabadak.
"Kalau di Tanjung Duren sudah ada sebelas orang yang terkena ulat bulu," ujar Dien ketika dihubungi wartawan.
Dien menjamin bagi masyarakat yang terkena ulat bulu dapat berobat gratis di Puskemas terdekat.
"Kami menggratiskan masyarakat yang terkena ulat bulu di Puskemas, karena ini penyakit ringan maka biasanya hanya dikasih bedak dan jika parah akan diberi tablet," pungkasnya.
Brigadi Proteksi Tanaman Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI Jakarta melancarkan penyemprotan untuk membasmi ribuan ulat bulu di sejumlah wilayah DKI Jakarta termasuk di sejumlah Taman yaitu Taman Kota Srengseng, Taman Monas, Taman Ayodya, dan lain-lainnya.
Sementara itu pantauan okezone di Taman Monas, serangan ulat bulu belum terlalu membahayakan. Ulat bulu di Monas dapat ditemukan di sejumlah pohon beringin di sana. Namun predator ulat bulu banyak ditemui di Monas berupa burung merpati.
"Kalau ulat bulu di sini banyak terdapat di pohon beringin, apalagi jika musim panas ulat bulu memakan daun-daun pohon beringin di sini," ujar seorang petugas pertamanan Monas yang enggan disebutkan namanya kepada okezone, Jumat (15/4/2011).
Menurutnya, siklus ulat bulu di Monas tergantung cuaca, jika musim panas maka pohon-pohon beringin disini akan diserang oleh ulat bulu. Dia membantah jika saat ini di Monas sudah dilakukan penyemprotan untuk memusnahkan ulat bulu.
"Di Monas seperti taman lainnya, pasti ada ulat bulu, namun enggak terlalu parah kayak di tempat lain," tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati mengatakan, penyebaran ulat bulu di Jakarta baru ditemukan di Tanjung Duren dan Rawabadak.
"Kalau di Tanjung Duren sudah ada sebelas orang yang terkena ulat bulu," ujar Dien ketika dihubungi wartawan.
Dien menjamin bagi masyarakat yang terkena ulat bulu dapat berobat gratis di Puskemas terdekat.
"Kami menggratiskan masyarakat yang terkena ulat bulu di Puskemas, karena ini penyakit ringan maka biasanya hanya dikasih bedak dan jika parah akan diberi tablet," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar