
Dokumentasi Okezone
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menyatakan, Demokrat tidak akan meminta maaf kepada Partai Golkar. Pasalnya, tudingan terhadap ‘Mister A’ tersebut tidak pernah dilontarkan partainya, apalagi dialamatkan kepada Golkar.
Menurut dia, apa yang dikatakan Ramadhan Pohan hanya pendapat pribadi dan bukan pernyataan partai. Dengan demikian pihaknya merasa tidak pernah menyebutkan dan menyudutkan pihak atau tokoh dari partai tertentu.
“Buat apa kami minta maaf ke Golkar? Kalau ada beberapa pihak yang tidak senang dengan kemajuan Demokrat itu wajar. Kalau ada yang menjatuhkan partai dengan isu-isu miring agar suara Demokrat melemah di 2014 pasti ada saja. Tapi kami tidak pernah menuding Golkar melakukan itu semua,” kata Max, Jumat (3/6/2011).
Pihaknya sependapat dengan Golkar yang meminta Ramadhan Pohan segera membuka siapa politisi berinisial A yang hendak menghancurkan Demokrat. Kalau tidak bisa membuka, lanjut dia, berarti isu yang disebarkan Ramadhan hanyalah pepesan kosong.
Pihaknya juga meminta kader Demokrat jangan terlalu reaktif menanggapi sederet tudingan. Saat ini semua reaksi terkait tudingan terhadap partai pemenang ini bisa menjadi bahan amunisi bagi pihak luar partai untuk menghancurkan dan memecah belah.
“Politisi berinisial A yang disebutkan Pak Ramadhan Pohan juga tidak ada kaitannya dengan Demokrat. Untuk itu kader jangan terpancing dan tidak asal bicara lagi soal politisi berinisial A,” pintanya.
Di dunia maya saat ini sedang hangat terkait kemunculan akun mikro blogging Twitter mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin yang diduga palsu.
Dalam akun bernama @mnazar78 dan sudah memiliki lebih dari 5.000 followers itu sempat disebutkan bahwa politisi Partai Golkar telah melakukan penyebaran SMS fitnah yang menyeret nama sejumlah petinggi PD.
“Termasuk penyebaran SMS fitnah seolah-olah saya pengirimnya. Saya tahu ini yang bermain politisi-politisi Golkar melalui konsultan media,” tulis pemilik akun @mnazar78 itu.
Menurut dia, apa yang dikatakan Ramadhan Pohan hanya pendapat pribadi dan bukan pernyataan partai. Dengan demikian pihaknya merasa tidak pernah menyebutkan dan menyudutkan pihak atau tokoh dari partai tertentu.
“Buat apa kami minta maaf ke Golkar? Kalau ada beberapa pihak yang tidak senang dengan kemajuan Demokrat itu wajar. Kalau ada yang menjatuhkan partai dengan isu-isu miring agar suara Demokrat melemah di 2014 pasti ada saja. Tapi kami tidak pernah menuding Golkar melakukan itu semua,” kata Max, Jumat (3/6/2011).
Pihaknya sependapat dengan Golkar yang meminta Ramadhan Pohan segera membuka siapa politisi berinisial A yang hendak menghancurkan Demokrat. Kalau tidak bisa membuka, lanjut dia, berarti isu yang disebarkan Ramadhan hanyalah pepesan kosong.
Pihaknya juga meminta kader Demokrat jangan terlalu reaktif menanggapi sederet tudingan. Saat ini semua reaksi terkait tudingan terhadap partai pemenang ini bisa menjadi bahan amunisi bagi pihak luar partai untuk menghancurkan dan memecah belah.
“Politisi berinisial A yang disebutkan Pak Ramadhan Pohan juga tidak ada kaitannya dengan Demokrat. Untuk itu kader jangan terpancing dan tidak asal bicara lagi soal politisi berinisial A,” pintanya.
Di dunia maya saat ini sedang hangat terkait kemunculan akun mikro blogging Twitter mantan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin yang diduga palsu.
Dalam akun bernama @mnazar78 dan sudah memiliki lebih dari 5.000 followers itu sempat disebutkan bahwa politisi Partai Golkar telah melakukan penyebaran SMS fitnah yang menyeret nama sejumlah petinggi PD.
“Termasuk penyebaran SMS fitnah seolah-olah saya pengirimnya. Saya tahu ini yang bermain politisi-politisi Golkar melalui konsultan media,” tulis pemilik akun @mnazar78 itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar